Minggu, 26 Desember 2010

Berendam Air Panas di Kawasan Wisata Tirta Sanita di Ciseeng


Gunung Kapur di lokasi

Sarana Outbond (Meniti tali & Flaying Fox)

Penginapan dan Tempat berendam

Pemandangan dari atas Gunung Kapur

Ruangan & Bak Mandi Tarif VIP





Sabtu, 25 Desember 2010 saya mencoba mendatangi lokasi wisata Pemandian Air Panas di Ciseeng.  Ciri khas kawasan wisata Tirta Sanita di Ciseeng adalah gunung kapur yang tingginya 6-20 meteran yang menjadi sumber air panas bermineral itu. Pengunjung juga bisa mendaki gunung kapur yang menjadi tempat hidup biawak dan musang. Sampai saat kemarin jalan menuju ke lokasi dalam kondisi rusak parah apalagi saat kondisi hujan. Waktu saya tanya tukang ojek tentang arah lokasi salah satu tukang ojek menjawab "Pas setelah jalanan yang seperti kubangan kerbau Pak!". Ternyata benar juga ...

Selain menyediakan fasilitas mandi atau berendam air panas, di Tirta Sanita juga ada fasilitas outbond dengan biaya per paket mulai dari Rp 25.000,- per orang, meliputi meniti tali diatas kolam, tangga tali, merambat di anyaman tali, terakhir meluncur di Flaying Fox).

Bagi yang naik kendaraan roda dua, sebelum masuk lokasi harus membayar 2000 rupiah untuk retribusi penduduk setempat dan 2000 rupiah untuk parkir. Ongkos tiket masuk untuk dewasa 8000 rupiah dan anak-anak 4 tahun ke atas 6000 rupiah.

Udara di lokasi cukup panas dan terasa sejuk kalau meneduh dibawah rimbunan pohon. Untuk berendam air panas ada 2 tarif, Tarif biasa 7000 rupiah/20 menit (ruangan 2x2 meter), dan Tarif VIP 10000 rupiah/20 menit.(ruangan 4x4 meter).

Untuk suasana kalau lagi ramai sepertinya kurang nyaman, karena harus lama mengantri dan lokasi yang tidak begitu luas. Untuk permainan anak-anak tersedia berbagai macam permainan mulai dari kolam renang kecil sampai kereta api mini seperti layaknya di lokasi hiburan yang lain.

Minggu, 19 Desember 2010

Minggu, 13 Juni 2010

BENTUK, ARTI, LAMBANG KOTA DEPOK


PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK Nomor : 01 Tahun 1999
Tentang Hari Jadi dan Lambang Kota Depok, BENTUK, ARTI, LAMBANG KOTA DEPOK

1. Lambang Kota Depok berbentuk Perisai bersisi 5 (lima) dengan warna dasar biru yang didalamnya terdapat gambar, warna dan bentuk serta di bagian atas terdapat tulisan “KOTA DEPOK” dan dibagian bawah terdapat tulisan  “PARICARA DHARMA” dengan warna putih.

2. Lambang  Kota terdiri dari 3 (tiga) bagian, dengan perincian sebagai berikut :

a. Bagian Depan terdiri dari :
  1. Gambar Kujang dengan posisi tegak;
  2. Kujang merupakan senjata/alat kerja masyarakat Jawa Barat, Kujang dianggap sebagai manifestasi satria-satria Pajajaran, yang identik dengan nilai-nilai kejuangan pahlawan Depok, yang memiliki sifat tak gentar dalam menegakkan kebenaran dan rela berkorban;
  3. Pada gambar Kujang terdapat 2(dua) buah Lubang, dengan lengkungan luar sebanyak 7 (tujuh) buah dan tangkai (gagang) mempunyai lekukan 4 (empat) buah, yang dikelilingi rangkain padi dan bunga kapas yang terdiri dari 9 (sembilan) butir padi dan 9 (sembilan) kuntum bungan kapas yang mempunyai arti Kota Depok dilahirkan pada tanggal “27 April 1999”. Padi dan Kapas melambangkan cita-cita pemerintahan dan masyarakat Kota Depok guna mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran;
  4. Di bawah gambar Kujang terdapat gambar sebuah mata pena dan gambar sebuah buku terbuka, yang melambangkan Depok sebagai Kota Pendidikan.

b.Bagian Tengah terdiri dari :
  1. Gambar Pendopo merupakan simbol Pusat Pemerintahan Kota Depok dalam melaksanakan tugas Pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan.
  2. Gambar Bangunan Gedung melambangkan Kota Depok sebagai Kota Pemukiman serta sebagai pusat perdagangan dan jasa;
  3. Gambar tumpukan batu bata membentuk rangkaian kesatuan yang menggambarkan dinamika masyarakat Kota Depok dalam melaksanakan Pembangunan di segala bidang;
  4. Gambar gelombang air menggambarkan aliran sungai yang mengalir di wilayah Kota Depok melambangkan kesuburan serta menunjukkan Depok sebagai Kota Resapan Air;

c. Bagian dasar terdiri dari :

  1. Bentuk Perisai yang memiliki 5 (lima) sisi melambangkan tameng dan benteng, yang mampu mengayomi, memberikan rasa aman dan tenram baik lahir maupun batin bagi masyarakat Depok serta melambangkan ketahanan fisik dan mental masyarakat Depok dalam menghadapi segala macam gangguan, halangan dan tantangan yang datang dari manapun juga terhadap kehidupan Bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Dan ke 5 (lima) sisi tersebut melambangkan pula fungsi/pesan yang diemban oleh Pemerintah Kota Depok yaitu sebagai : a). Kota Pemukiman; b). Kota Pendidikan; c). Pusat Perdagangan dan Jasa; d). Kota Wisata; e). Kota Resapan Air;
  2. Tulisan “Kota Depok” menunjukkan sebutan bagi Kota dan Pemerintah Kota Depok;
  3. Tulisan Paricara Dharma : berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari kata Paricara yang berarti Abdi, sedangkan Dharma adalah kebaikan kebenaran dan keadilan jadi Paricara Dharma mengandung makna bahwa Pemerintah Kota Depok sebagai Abdi Masyarakat dan Abdi Negara senantiasa mengutamakan kepada kebaikan, kebenaran dan keadilan.

Warna dalam lambang Kota mempunyai arti sebagai berikut :

a. Kuning emas melambangkan kemuliaan; Merah bata melambangkan keberanian; Putih melambangkan kesucian; Hijau melambangkan harapan masa depan serta menunjukkan  Daerah yang  subur; Hitam melambangkan keteguhan;
b.Warna Biru melambangkan keluasan wawasan dan kerjernihan pikiran.

sumber: http://www.depok.go.id/profil-kota/lambang-dan-identitas

Kamis, 13 Mei 2010

Operasi 'Katarak' pakai ASKES di RSUD Cibinong

Hari Senin, 10 Mei 2010 saya mengantar Bapak saya ke RSUD Cibinong untuk periksa mata. Berbekal Surat Rujukan dari Puskesmas dan Kartu ASKES, kami berangkat jam 07.30 pagi. Sampai di Rumah Sakit kira-kira pukul 08.00 pagi. Karena baru pertama kali ke rumah sakit tersebut, langsung saja saya mendaftar untuk ambil antrian di ujung paling kanan khusus untuk pendaftaran dokter mata dan penyakit dalam. (Info terakir yang saya dapatkan, harusnya kita ambil dulu kartu antrian supaya antrian tidak diserobot orang, tapi pas saya datang ruang antrian lagi kosong jadi saya langsung antri saja).
Saat ambil antrian dapat nomor urut 18 dan bayar Rp. 15.000,-. Segera kami bergegas menuju Ruang Tunggu di depan Ruangan Poli Mata. Saat menunggu Bapak ngobrol dengan seorang ibu-ibu ternyata juga mau periksa mata dan pakai kartu ASKES. Kata beliau kalau pakai kartu ASKES, GRATIS biaya pendaftaran, tapi harus mengurus Surat Rujukan ASKES dulu di Loket ASKES yang ada di gedung sebelah. Akhirnya aku coba ke pendaftaran dan bilang kalau pakai ASKES, dan dikembalikanlah uang pendaftaran Rp. 15.000,- dan segera antri di loket ASKES untuk ambil Surat Rujukan. Ternyata Kartu ASKES sudah ada yang BARU (dari plastik berbarcode seperti kartu ATM) dan Bapak masih pakai kartu yang LAMA. Kata petugas ASKES akan dicoba dulu pakai kartu lama, Alhamdulillah BISA. Akhirnya setelah mendapatkan Surat Rujukan ASKES (yang berlaku selama 1 (satu) bulan) segera menuju BAGIAN PENDATAAN karena merupakan PASIEN baru. Selesai didata kembali menunggu di Ruang Tunggu di depan Poli Mata. Lumayan lama, tapi ternyata sekali panggilan ada sekitar 4 sampai 5 orang masuk berbarengan jadi lumayan agak cepat.
Sekitar jam setengah duabelas siang baru dapat giliran masuk, dan saat diperiksa sekilas, Pak Dokter meneteskan obat tetes mata (terakhir saya ketahui ternyata obat itu untuk lebih memperjelas selaput putih 'katarak' yang menutupi kornea mata, supaya lebih terlihat secara kasat mata) dan disuruh keluar lagi untuk menunggu lagi selama setengah jam menunggu obat bereaksi. Jam 12 siang baru dipanggil masuk kembali.

Disana kami dapatkan beberapa informasi:
  1. Operasi mata "Katarak" tarif umum (tanpa ASKES) kena biaya Rp. 4.200.000,- per 1 mata, sedangkan kalau pakai ASKES biayanya Rp. 1.850.000 per satu mata dan nanti akan mendapatkan Cash Back dari ASKES sebesar Rp. 750.000,- (INFO dari Dokter). 
  2. Saat ini Ruang Operasi Mata di RSUD Cibinong sedang direnovasi dan bagi peserta ASKES operasi hanya bisa dilakukan di Rumah Sakit tersebut, jadi harus menunggu renovasi Ruang Operasi selesai dan menurut informasi sementara, Ruang Operasi akan selesai sekitar 2 bulan lagi ...
Akhirnya kami pulang untuk menunggu 2 bulan lagi ...
Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi pembaca.